Mengupas Sedikit Sejarah Kisah Bungker Kelok 3

MANINJAU, nagarimaninjau.id – Selain Lubang Jepang di Pusat kota Bukittinggi, ternyata di Nagari Maninjau juga ada bungker (Lubang perlindungan di bawah tanah) yang saat ini masih berdiri kokoh.

Bahkan kalau diperhatikan dengan seksama, bangunan ini di rasa cukup kuat untuk bangunan yang sudah ada sejak zaman penjajahan. Bangunan ini terletak di jalan Lintas Lubuk Basung – Bukittinggi, tepatnya kelok 3 Jorong Pasa Nagari Maninjau.

Menurut informasi dari Bapak Alimuddin Amir Piliang selaku salah satu pemilik ladang di kelok 3, yang juga merupakan perantau dari Nagari Maninjau sekaligus Komisaris Bank Nagari. Benteng itu memiliki dua cabang, yang pertama tembus ke kelok 1, sedangkan yang satu lagi membelah ladang beliau di kelok 3. Lanjutnya tujuan dari pembangunannya oleh penjajah adalah kalau ada musuh yang ditembak dari cerobong di kelok 1 tidak mati dan berhasil kabur, maka di cegat melalui lubang jepang beliau namakan. Kalau masih berhasil lolos di kelok 3, maka dicegat lagi di kelok 5. Tapi lubang dari kelok 3 menuju kelok 5 tidak jadi dibuat, hanya berupa Bandar saja. Itu yang membelah ladang keluarga ibu Latifah Piliang Pulau, katanya.

Bangunan ini berukuran 2 x 3 meter, dan memiliki satu lubang pengintai, tapi sayangnya meski tempat ini bernilai sejarah perjuangan, namun kondisinya saat ini cukup memprihatinkan, sebab tak ada yang melakukan perawatan. Di dalam ruangan bungker, tampak berserakan berbagai sampah serta pecahan kaca dan akses jalan yang sudah tertutup ilalang.

Suatu saat bungker ini mungkin saja di jadikan objek wisata sejarah, jika dapat di kelola dengan baik.

Share and Enjoy !

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *