Maninjau Budidayakan Tanaman Porang

Maninjau, Nagarimaninjau.id – Nagari Maninjau melakukan pengembangan tanaman porang, karena iklim dan sifat tanah di daerah itu sesuai dengan tanaman tersebut.

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Induk Dinas Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berencana menjadikan Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam sebagai daerah pengembangan tanaman porang di Sumbar. Wilayah itu dipilih karena sesuai dengan kondisi iklim tanaman itu.

“Selain itu sekitar Danau Maninjau banyak ditemukan bangkai yang merupakan satu famili dengan porang,” kata Kepala UPTD Balai Benih Induk Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumbar, Elviana Anwar saat penanaman bibit porang perdana di milik warga Monggong, Nagari Maninjau, Kamis (4/11/2020).

Beliau mengatakan, Nagari Maninjau merupakan daerah pertama yang melakukan penanaman perdana di Sumbar yang digagas masyarakat setempat. Ke depan, daerah itu dijadikan sebagai daerah pengembangan porang di Sumbar dan pihaknya terus melakukan pembinaan bagi porang di Maninjau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu menambahkan secara teknis Kecamatan Tanjung Raya sangat cocok pengembangan tanaman porang karena lahannya sangat subur. “Kedepan tinggal pengembangan lebih lanjut dari petani dan diharapkan peran dari masyarakat agar komoniti itu berkembang dengan baik,” katanya. Untuk pemasaran, Pemkab Agam akan mengawal petani dalam melakukan kerjasama pemasaran.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Perhimpunan Petani Porang Nusantara Sumbar, Dirmansyah mengatakan porang merupakan umbi-umbian yang sama dengan ketela pohon. “Perawatan porang juga sama dengan perawatan ketela pohon,” katanya.

Secara ekonomis porang itu cukup bagus, karena bijinya bisa dijual untuk bibit.”Porang mengandung serat alami, kandungan karbohidrat tinggi, kandungan zat cukup kecil dan lainnya,” katanya.

Ketua Gerakan Ciinto Nagari Maninjau, Harmen Yasin mengatakan lokasi penanaman porang itu merupakan lahan terlantar. “Lokasi itu merupakan lahan cangkeh puluhan tahun lalu dan cangkeh itu mati akibat penyakit pada 1980,” katanya. Pihaknya berharap ada dukungan dari pemerintah untuk kesuksesan budidaya porang dan bantuan bibit, karena bibit yang ditanam ini bantuan dari Gerakan Cinto Nagari Maninjau.

Share and Enjoy !

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *