Baraja Alua Pasambahan

Baraja Alua Pasambahan Nagari Maninjau, Saat ini gabungan pemuda yang tergabung dari beberapa jorong yang ada di Kenagarian Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, mulai meminati alua pasambahan di daerah tersebut.

“Kegiatan baraja alua pasambahan adat baru berlangsung 3 bulan ini kami tekuni, untuk lebih mendalami kebudayaan Minangkabau untuk kedepannya,” kata salah seorang peserta.

Dayat mengatakan, baraja alua pasambahan adat sangat berguna bagi kami sebagai generasi muda Minangkabau. “Awalnya kami kurang berminat belajar alua pasambahan , namun setelah ditekuni alua pasambahan adat merupakan sesuatu hal yang menarik seperti adanya nilai pendidikan moral, kepribadian, serta etika yang baik.

Sama halnya dengan peserta lain mutiarisman (33), mengatakan saya beserta beberapa teman yang lain ingin sekali mendalami alua pasambahan adat Minangkabau. “Belajar alua pasambahan adat tidaklah mudah, namun kami terus mempelajarinya untuk menjadi penerus pemuda Minangkabau di masa yang akan datang. Tempat kami belajar yakni di Mesjid Raya Maninjau, yang berlokasikan di Kenagarian Maninjau, tungkasnya.

Sementara itu guru pidato pasambahan adat “Nagari Maninjau” Pangulu Alam, mengatakan ditengah derasnya arus globalisasi baraja alua pasambahan adat mulai ditinggalkan oleh masyarakat dan generasi muda khususnya. “Generasi muda cenderung tertarik dengan kebudayaan asing dan melupakan kebudayaan aslinya. Padahal ini merupakan sebuah keunikan kultur budaya yang dapat memperbaiki etika serta tingkah laku generasi muda untuk kedepannya,”katanya.

“Sebab bertujuan untuk melestarikan kebudayaan minangkabau yang telah mulai punah, salah satunya bahasa Minangkabau yang terangkum dalam pidato pasambahan, serta meningkatkan animo generasi muda untuk ikut dalam berbagai prosesi adat seperti manjapuik marapulai, meminang, dan sebagainya,”kata dia.

Selanjutnya ia mengatakan, dalam kegiatan ini kami sebagai pembimbing sangat antusias untuk membimbing generasi muda untuk selalu mempelajari tradisi yang ada di kebudayaan Minangkabau.

Berikut contoh pembuka dan salam perkenalan yang di buat oleh salah seorang peserta Rahmat Hidayat, Sutan Sinaro

Bismillaahirramaanirrahiim pambuka mato, assalamualaikum pangiriang salam, tobat ampunan pado allah, maaf jo rila ka bakeh angku-angku niniak dengan mamak imam dengan katik, cadiak dengan pandai, sarato mato nan banyak nan malintau nagari ko.

Usah di agiah baban utang, jikok malinteh kami dinan rapek, mangirai ambo dinan banyak, antah takarang dinan iyo, antah tatulih di nan bukan, sabanyak jari mangetikkan, dikuak buah dalam daun, tibo manampi nan tak kameh. Dek gamang tangan gumanta, dek rusuah mato tacelang, dalam malembai atah manungkuik, kok talenggang atah masuak dadak, batolong di angku-angku ma miliahkan, ijan malu bana kami di lasuang.

Karano kami urang mudo, arif alun bijak pun kurang, dek dorong ati di dalam, dek garok tangan tajambo, badan tacalo tak dikana, mako rila jo maaf di pabanyak, salam ta’zim dari kami grup pasambahan nagari maninjau

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh….

Share and Enjoy !

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *